Rabu, 13 Januari 2010

Simfoni Masa Puber - Prolog

Bermula pada tahun 2004, saya lulus dari SMP 9 Bandung. Layaknya anak SMP yang baru lulus, tentu saja menginginkan SMA yang bagus. Bermimpi ingin masuk sebuah SMA favorit di Bandung, namun kandas karena nilai UN yang tidak cukup memuaskan. Akhirnya saya hanya mendaftarkan diri ke sma negeri 9 di bandung. Alhamdulillah saya diterima untuk menjadi siswa di sma tersebut, namun saya lebih memilih untuk masuk sebuah sma swasta yang kala itu saya baru mendengar namanya, SMA Darul Hikam.

Dengan percaya diri saya meminta kepada ibu saya untuk mendaftarkan diri ke SMA tersebut. Setelah mendaftarkan diri, saya langsung dihadapkan dengan ujian saringan masuk yang lebih condong ke psikotes dan pelajaran-pelajaran dasar. Setelah beberapa menunggu akhirnya saya pun diterima di SMA tersebut.

Dalam surat penerimaan siswa baru tersebut saya diminta untuk datang pertama kalinya di SMA itu. Awalnya miris dengan kondisi bangunan yang ada, rasanya kurang sesuai dengan apa yang dibayangkan bahwa SMA ini memiliki fasilitas yang sangat memadai, namun apa dikata, hal tersebut hilang semua ketika pertama kali datang ke sana. Melihat gedung tiga lantai dengan tangga didesain 45o cukup mengerikan bagi saya yang memiliki fobia ketinggian. Setelah itu saya diperkenalkan dan di momen itulah saya dihadapkan dengan tugas pertama untuk orientasi sekolah, layaknya penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah.

Saya tidak terlalu ingat akan apa saja tugas yang diberikan panitia pada saat itu. Mungkin seperti tugas-tugas biasa yang sering diberikan pada siswa SMA baru, dengan nama-nama aneh, name tag penyanyi dangdut, obat-obatan dan lainnya. Memang ribet , tetapi suka tidak suka, enak tidak enak, itu semua harus dijalani, jika tidak yang ada hanya hukuman-hukuman aneh ala SMA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar